Senin, 19 Maret 2012

PROSES KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT PADA TINGKAT MASYARAKAT

PROSES KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT PADA TINGKAT MASYARAKAT (Komunitas)


PERAWATAN KEPERAWATAN PADA TINGKAT MASYARAKAT mencakup individu, keluarga, dan kelompok khusus yang memerlukan pelayanan kesehatan / asuhan keperawatan.
Dalam Perkesmas keterlibatan kader kesehatan, tokoh-tokoh masyarakat (TOMA) formal dan informal diperlukan dalam setiap tahap pelayanan keperawatan secara terpadu dan menyeluruh, sehingga masyarakat benar-benar mampu dan mandiri dalam setiap upaya pelayanan kesehatan dan keperawatan yang diberikan.  

Pengkajian


Kegiatan yang dilakukan dalam pengkajian adalah :
1.Pengumpulan Data, yang meliputi :
  a. Data Umum
   1) Lokasi daerah binaan
   2) keadaan geografi
   3) Luas wilayah
   4) Pola demografi
  b. Data Khusus
   1) data Kultural
        a) Tingkat pendidikan
        b) Pekerjaan
        c) Tingkat sosial ekonomi
        d) Kebudayaan dan kebiasaan


  2) Data Kesehatan (Cakupan pelayanan kesehatan)
      a) kesehatan ibu dan anak(KIA)
      b) keadaan gizi masyarakat (lihat data BB termasuk KMS)
      c) keluarga berencana (KB)
      d) Imunisasi
      e) penyakit-penyakit yang diderita (10 penyakit terbanyak)
  3) Keadaan kesehatan Lingkungan
      a) perumahan
      b) sumber air bersih (SAMI = sumber air minum)
      c) tempat pembuangan sampah (TPS)
      d) Pembuangan air kotor
      e) Jamban (JAGA = jamban keluarga)
  4) peran serta masyarakat (PSM) dalam upaya kesehatan   yang dijalankan. Termasuk didalamnya posyandu.
   5) sumber daya masyarakat (SDM)
  6) dan lain-lain.

2. Pengolahan Data
  setelah data diperoleh, kegiatan selanjutnya adalah pengolahan data, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  1) Klasifikasi  / Katagorisasi data
  2) perhitungan prosentase cakupan menggunakan telly
  3) Tabulasi data
  4) Interprestasi data

3. Analisa Data
  analisa data  adalah kemampuan untuk mengkaitkan data dan menghubungkan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah itu MASKEP atau MASKES

4. Perumusan Masalah 
  berdasarkan analisa data dapat diketahui Maskes dan MASKEP yang dihadapi oleh masyarakat. Dan semua masalah tersebut tidak mungkin dapat diatasi sekaligus

5) Prioritas Masalah
  dalam menentukan prioritas MASKES dan MASKEP perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria, diantaranya :
  a) perhatian masyarakat
  b) prevalensi
  c) berat ringannya masalah
  d) kemungkinan masalah untuk dapat diatasi
  e) tersedianya SDM
  f) aspek politis

DIAGNOSA KEPERAWATAN
 
DP ditetapkan berdasarkan masalah yang ditemukan. DP akan memberikan gambaran tentang masalah dan status masyarakat baik yang nyata (aktual), dan yang mungkin (potensial /RESTI).
Diagnosa keperawatan (DP) mengandung komponen utama, yaitu :
  1. Problem (masalah); yang merupakan   kesenjangan   atau penyimpangan dari   keadaan normal yang   seharusnya.
  2. Etiologi (Penyebab) ; menunjukkan  penyebab maskep / maskep yang dapat memberikan arah terhadap  intervensi keperawatan, yang meliputi :
      a. perilaku individu, keluarga, kelompok dan   masyarakat.
      b. lingkungan fisik, biologis, psikologis dan   sosial
      c. interaksi perilaku dan lingkungan
  3. Sign/Simptom (tanda dan gejala) :
      a. informasi yang perlu untuk merumuskan   diagnosa
      b. serangkaian petunjuk timbulnya masalah

Untuk menegakkan DP diatas minimal mengandung 2 komponen tersebut di atas. Disamping mempertimbangkan hal-hal sbb : 

a.Kemampuan masyarakat untuk menanggulangi masalah
b.Sumber daya yang tersedia dari masyarakat
c.Partisipasi dan PSM
Contoh DP :
1. Tingginya angka kematian ibu (MMR) s.d kurangnya pelayanan antenatal ditandai dengan rendahnya tingkat pengetahuan dan sosial ekonomi keluarga, anemia dan kebiasaan kawin muda
2. Tingginya angka kematian perinatal s. d kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pemeliharaan tali pusat serta pertolongan oleh dukun tidak terlatih.
3. Tingginya angka kesakitan karena diare s.d lingkunga (kesling) yang buruk ditandai dengan banyaknya sampah yang berserakan, penggunaan sungai tempat cuci, mandi dan pembuangan kotoran (kakus) (MCK).
 
 
 PERENCANAAN 

PERENCANAAN asuhan keperawatan yang disusun berdasarkan DP yang telah ditetapkan. Rencana keperawatan yang disusun harus mencakup :
1. merumuskan tujuan keperawatan yang akan dicapai
2. rencana tindakan keperawatan yang akan   dilaksanakan
3. kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan.
MERUMUSKAN TUJUAN
Kriteria rumusan tujuan
1.Berfokus kepada masyarakat
2.Jelas dan singkat
3.Dapat diukur dan diobservasi
4.Realistik
5.Waktu relatif dibatasi (jangka pendek, menengah, dan panjang)
6.Melibatkan PSM
 
FORMULASI RUMUSAN TUJUAN KEPERAWATAN : 

1.Satuan subjek (masyarakat)
2.Perilaku masyarakat yang dapat diamati
3.Satuan prediket (kondisi) yang melengkapi perilaku masyarakat
4.Kriteria untuk menentukan pencapaian tujuan
 
  FORMULASI : T = S + P + K.1 + K.2

Masyarakat dapat membuat bak penampung sampah umum melalui swadaya masyarakat secara gotong royong dalam jangka waktu 1 bulan
Masyarakat dapat melakukan upaya-upaya pencegahan terjangkitnya penyakit demam berdarah dengan jalan membersihkan  faktor-faktor yang dapat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti melalui kerja bakti.
Subjek  = masyarakat
Predikat  = membuat bak penampung sampah umum
Kondisi1  = swadaya dan gotong royong
Kriteria 2  = Dalam jangka waktu 1 bulan
 
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
 
LANGKAH-LANGKAH DALAM PERENCANAAN PERKESMAS
 
1. Identifikasi alternatif tindakan keperawatan (TP)
2. Tetapkan teknik dan prosedur yang akan digunakan
3. Libatkan PSM dalam menyusun perencanaan (musyawarah masyarakat desa / MMD, lokakarya mini / Lokmin)
4. Pertimbangkan PSM dan fasilitas yang tersedia
5. Tindakan yang akan dilakukan harus dapat memenuhi kebutuhan yang sangat dirasakan masyarakat
6. Mengarah kepada tujuan yang akan dicapai
7. Tindakan harus bersifat realistik
8. Disusun secara berurutan.

KRITERIA DALAM PERENCANAAN

1.Memakai kata kerja yang tepat
2.Dapat dimodifikasikan
3.Bersifat spesifik :
  a. siapa yang akan melakukan
  b. apa yang dilakukan
  c. dimana dilakukan
  d. kapan dilakukan
  e. bagaimana melakukan
  f.  Frekuensi melakukan/dilakukan

Contoh : masyarakat dapat membuat bak penampung sampah umum melalui swadaya masyarakat secara gotong royong dalam jangka waktu 1 tahun.  

Rencana tindakan :
 
1.Memberikan penyuluhan kesehatan masyarakat dengan topikhubungan sampah dengan kesehatansebanyak 4 kali setiap hari minggu di balai desa.
2.Pendekatan terhadap tokoh-tokoh masyarakat formal dan informal untuk menggalang dukungan
3.Libatkan partisipasi dan PSM dalam mencari dana pembuatan bak sampah umum melalui dana upaya kesehatan masyarakat (DUKM) yang ada
4. Tetapkan waktu peresmian pembuatan bak sampah umum oleh kepala desa (kades) dan pemuka masyarakat lainnya.
5. Melalui tokoh masyarakat (TOMA) dan tokoh agama (TOGA) formal dan informal menghimbau dan mengajak masyarakat secara gotong royong
6. Kerjasama dengan instansi terkait untuk mendapatkan bantuan teknis pembuatan bak sampah yang memenuhi syarat kesehatan (tenaga sanitarian)
 

PELAKSANAAN 
 
Pelaksanaan merupakan tahap realisasi dari rencana asuhan keperawatan yang telah disusun :
PRINSIP – PRINSIP DALAM PELAKSANAAN KEPERAWATAN
1.Berdasarkan respons masyarakat
2.Disensuaikan dengan sumber daya yang tersedia pada masyarakat
3.Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan diri sendiri serta lingkungannya.
4.Bekerjasama dengan profesi lain
 5. Menekankan pada aspek peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
6. Mempertimbangkan kebutuhan kesehatan dan perawatan masyarakat secara esensial 
7. Memperhatikan perubahan lingkungan masyarakat 
8.Melibatkan partisipasi dan PSM dalam pelaksanaan keperawatan  
 
 Hal –hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan askep
 
1.Keterlibatan petugas kesehatan non keperawatan, kader, TOMA, TOGA dalam rangka alih peran
2.Terselenggaranya rujukan medis dan rujukan kesehatan
3.Keterpaduan (tenaga, biaya, waktu, lokasi, sarana, dan prasarana) dengan pelayanan kesehatan maupun sektor lain.
4.Setiap TP yang telah dilaksanakan dicatat pada catatan yang disediakan.
  -tenaga keperawatan : pada form BP1, register
  -tenaga kesehatan nonkeperawatan : register
  -Kader kesehatan: buku catatan kader

Penilaian dan pemantauan

Penilaian dan pemantauan merupakan kegiatan untuk menilai sejauh mana keberhasilan pencapaian tujuan dan rencana yang telah dibuat, apakah telah mencapai hasil yang maksimal atau belum sesuai dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan. Penilaian dan pemantauan dapat dilaksanakan :
  1. selama pelaksanaan kegiatan   (penilaian   / evaluasi formatif)
  2. setelah pelaksanaan kegiatan   (penilaian    / evaluasi sumatif)


Penilaian dan pemantauan penting artinya untuk mengkaji ulang perencanaan dan pembinaan pelaksanaan dalam pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat yang telah disusun mencapai sasaran atau tidak, dan penting juga untuk pengembangan perencanaan selanjutnya, termasuk perluasan kegiatan dari segi kualitatif (segi kualitas) apabila kegiatan tersebut mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat dan perluasan kegiatan bila dilihat dari segi kuantitatif (penambahan jumlah kegiatan) bila kegiatan tersebut dipandang perlu untuk ditambah, setelah melihat hasil-hasil yang telah dicapai.
 
1.Membandingkan hasil tindakan yang dilaksana-kan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
2.Menilai efektifitas proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian sampai dengan pelaksanaan
3.Hasil penilaian keperawatan digunakan sebagai bahan acuan perencanaan selanjutnya apabila masalah belum teratasi
 
Kegunaan Penilaian

1.Untuk menentukan perkembangan perawatan kesehatan masyarakat yang diberikan 
2.Untuk menilai hasil guna, daya guna, dan produktivitas askep yang diberikan 
3.Menilai pelaksanaan askep 
4.Sebagai umpan balik untuk memperbaiki atau menyusun siklus baru dalam proses keperawatan  
 

 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar